Surau: Pendidikan Islam Tradisional dalam Transisi dan Modernisasi
Book information
Description
Minangkabau unik, karena di daerah ini berlaku sistem sosial yang bersifat matrilineal. Menurut sistem ini,garis keturunan seseorang ditarik dari pihak ibunya. Begim pula dalam sistem pembagian harta pusaka, sawah ladang, dan tempat kediaman, kaurn wanita menduduki tempat yang dominan. Seperti dilukiskan dalam kabn (legenda) Cindua Mato, wanita-dalam hal ini Bundo Kanduang sebagai Ram adalah "rajo usali" (raja yang sebenamya). Sementara putranya, Dang Tuanku, sebagai "raja alam" hanya berfungsi melaksanakan pemerintahan sehari-hari. Bundo Kanduanglah yang menjadi sumber pengetahuan, kebijaksanaan, dan adat istiadat bagi Dang Tuanku. Kedudukan Bundo Kanduang sebagai "rajo usali" lebih lanjut adalah kedudukan yang sudah "ascribed"; status yang dipercayai muncul bersamaan dengan terciptanya alam Minangkabau. Wanita yang dipersentasikan Bundo Kanduang adalah "makhluk asH" yang utarna dan pertama dalam pendidikan alam Minangkabau. Meskipun Minangkabau menganut sis tern sosial matrilineal, namun dalam hal sistem kekuasaan ia bukanlah matriarkhaat. Kekuasaan pada praktiknya dalam kehidupan sehari~hari dipegang oleh mamaklsaudara laki-Iaki ibu. Dengan demildan, pemusatan kekuasaan matriarkhaat. Laki-Iaki dan perempuan mempunyai kedudukan dan peranan sendiri-sendiri yang sama-sarna penting. Jika kedudukan laki-laki, pada segi lain dipandang "rendah" dan tidak berkuasa apa-apa-dalam pepa tah Minang disebut bagai /Iabu di atas tunggul"- adalah dalam konteks hubungan yang terjadi melalui perkawinan. Dalam hal ini suami (orang sumando), menurut adat Minangkabau, tidak berkuasa atas anak rnaupun harta dalam keluarga istrinya. Anak-anaknya berada dalam kekuasaan mamak-mamaknya. Si suami tersebut hanya berkuasa dalam kelu-arga asalnya. Suami dalam keluarga istrinya lebih dipandang sebagai "tamu istirnewa" yang berfungsi meneruskan keturunan keluarga istrinya. Karena itu, jika ia bercerai dengan istrinya, si suami tadi keluar dari rumah hanya membawa pakaian yang melekat di tubuhnya. Kenyataan yang pincang inilah yang membuat Buya Hamka "berang" dan memberikan inspirasi kepadanya untuk menulis buku Adat Minangkabau Menghadapi Revolusi3 yang banyak diprotes kalangan pemuka adat Minang
Similar books
Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XXVII & XVIII
2013 · PDF
The Origins of Islamic Reformism in Southeast Asia: Networks of Malay-Indonesian and Middle Eastern 'Ulama' in the Seventeenth and Eighteenth Centuries
2004 · PDF
Pelatihan Olimpiade Komputer SMA 2018 ALC Indoensia
2018 · PDF
Modul Pelatihan Olimpiade Fisika SMA 2018
2018 · PDF
Grapho for Success: Analisis Tulisan Tangan untuk Hidup yang Lebih Baik
2011 · PDF
Seri Bahan Persiapan Olimpiade Fisika: Matematika sebagai Alat Bantu
2009 · PDF